Pada bulan Desember 2013 yang lalu sampai tanggal 14 Mei nanti sebagai puncaknya,
Uzone ( Bagian dari Telkom Indonesia) serta Republik Cinta Manajemen (RCM)
salah satu label besar di Indonesia mengadakan kerjasama untuk menyelenggarakan
kompetisi pencarian bakat bernama “Indonesia
Digital Icon”.
Ajang ini menjadi
yang pertama di Indonesia karena menjaring bakat-bakat hebat tidak hanya di
bidang tarik suara, melainkan di bidang musik, kemampuan menulis lagu, dan
kemampuan di bidang band. Pencarian ini dilakukan di 5 kota besar di Indonesia
yakni; Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung dan Jogyakarta. Melalui seleksi yang
sangat ketat, selanjutnya akan terpilih tiga orang yang paling berbinar dan
bertalenta yang berkesempatan menjadi bagian dari Republik Cinta Manajemen. Siapa
yang tidak kenal Republik Cinta Manajemen? Sebuah label besar yang menaungi
artis-artis hebat, sebut saja The Virgin, The Lucky Laki, T.R.I.A.D, atau Mulan
Jamelaa, dengan Ahmad Dhani sebagai foundernya. Mereka yang menang akan mendapat kontrak ekslusif dan bisa jadi artis beken. Makanya wajar bila ribuan
orang berbondong-bondong ikut audisi ini.
Pada pencarian
bakat ini, Ahmad Dhani yang juga Bos nya RCM akan menjadi juri utama. Bersama
dengan juri-juri pendamping seperti Lilo Kla Project, Tata Janeeta, Andra,
serta beberapa artis lain. Lilo Kla Project dan Tata Janeeta menjadi pendamping
juri utama pada audisi Off Air awal yang diselenggarakan di 5 kota. Sedangkan Mas Andra menjadi juri di
Top 51 kategori Gitaris (Musisi). Itu saya ketahui dari pengalaman pribadi saya
sebagai peserta.
Saya merupakan
salah satu dari Top 51 Finalis Indonesia Digital Icon dan mengakui bahwa ajang
ini memang sangat potensial dan memiliki indepensi yang sangat jelas. Untuk pemilihan pemenang , diadakan sistem
30 % dari Vote (Uzone) , dan 70 % dari dewan juri (RCM). Jadi penilaian berdasarkan dua instrumen ini.
Pada audisi off air
di Medan ada keunikan tersendiri. Karena saat itu peserta dari Medan sangat
membludak banyaknya. Salah satu dewan juri sempat jatuh sakit karena kelelahan
dan acara pun di hentikan untuk dilanjutkan esok. Acara audisi diselenggarakan
di Hotel Grand Swiss Bell Hotel. Saya ikut di sana, mendapat WOW TICKET, dan
berkenalan dengan dewan juri. Saya ikut dengan kategori Song Writer. Hari itu
sangat menyenangkan. Ini link video audisi saya: http://www.uzone.co.id/wow/digitalicon/gallery_detail/video/53
Audisi berikutnya
kembali dilaksanakan di kota-kota lain. Namun dengan mekanisme berbeda untuk
menghindari membludaknya peserta seperti
di Kota Medan. Pada kota Bandung hanya mengaudisi para singer, dan kota lainnya
untuk seleksi off air para peserta harus ditelpon atau dihubungi oleh panitia
dulu. Tidak semua nominee bisa tampil di audisi off air.
Hingga beberapa pekan
kemudian, pengumuman TOP 100 ditulis di
website Uzone. Nama-nama peserta yang masuk dari jalur offline dan online pun tertera. Di Top 100 peserta diminta membuat video kedua dan mencari 500
vote sebagai syarat kelulusan ke Top 51. Hingga akhirnya, puji Tuhan, saya
berhasil lolos Top 51. Pada tanggal 8 Mei saya melenggang ke Jakarta dan berhasil masuk ke
studio Republik Cinta Manajemen untuk audisi lanjutan. Ini foto saya.
Di sana tidak ada
kesan kompetitif yang berlebihan. Para peserta tampak sangat kompak. Tertawa bersama,
bernyanyi bersama, bermain musik bersama, rasa kekeluargaan timbul secara
tiba-tiba diantara kami semua. Di sana saya bertemu orang-orang hebat . Saya
juga bertemu dengan Mbak Riska Mahadewi dan sempat berfoto dengannya.
Memang pada
akhirnya saya menelan kekalahan. Alasannya sederhana. Saya perlu belajar alat
musk lebih banyak lagi. Dan keprofesionalan para juri saya anggap tepat karena
memang bakat saya belum terasah sempurna. Lagi pula saya masih muda. Jalan
masih panjang. Teman-teman Kru RCM, Mas Ian, Cak Pos, dan Bang Togar Nababan
juga menghibur saya. Mereka teman-teman yang baik.
Uzone merupakan
situs yang mempertemukan saya dengan kesempatan ini. Mas Ian berkata bahwa
bahwa Uzone adalah situs lokal dan merupakan cikal bakal Youtubenya Indonesia.
Semoga ke depannya terwujud. Karena kita pun akan turut berbangga hati. Produk
Indonesia harus menjadi raja di negerinya sendiri.
Saya mendoakan
teman-teman saya Bang Sigit, Kak Dinda, Dik Valeri, Bang Theo, Bang Hafiz, Bang
Dodi, dan adik Aufa, serta peserta lain yang akan bertanding di Tennis Indoor
Senayan, Jakarta nanti. Semoga kalian bisa tampil maksimal.
Mereka yang
terpilih dari ribuan peserta, akan satu panggung dalam konser grandfinal, 14
Mei 2014 nanti. Saya tidak tahu konsep apa yang akan dipertontonkan, namun granshow
kali ini pasti sangat seru. Ditambah
ada banyak artis yang mengisi acara. Terlebih artis-artis RCM. Ada Dewa, Ari
Lasso, Mulan Jamelaa, The Virgin, dan The Fatima. Jangan lupa datang ya. Konser
ini terbuka untuk umum dan gratis. Ajak teman kamu , pacar kamu, calon pacar,
atau orang tua kamu. Kita tonton bareng, langsung di Tennis Indoor Senayan
pukul 7 malam sampai dengan selesai. Ingat, gratis lho. Untuk anak sekolahan
jangan khawatir terlambat ke sekolah, karena esok hari setelah konser kan
libur. Tunggu apalagi? Ambil tiketnya di http://goo.gl/fdlWGc. Tonton reviewnya di : http://www.youtube.com/watch?v=2lW5pUt49iI
Yang jauh dari
Jakarta juga jangan cemas. Bisa tonton di USEETV. Itu loh TV ONLINEnya Uzone .
Jangan lupa Live Streaming jam 7 malam. Oke? Ini linknya.http://goo.gl/b24z6t
Jadi Indonesia
Digital Icon itu merupakan seleksi yang sangat ketat hingga grandfinalnya bisa
berlangsung seperti sekarang. Penuh perjuangan semua pihak sampai grandinalnya
bisa berlangsung. Maka dari itu, ramaikan yuk. Datang ya dan dukung jagoan favorit kamu. Buat
para peserta yang mau grandshow, yang semangat ya! Dan buat calon penonton
tanggal 14 Mei nanti, jangan lupa kunjungi situs Uzone. Kunjungi secara rutin
ya dan update kabar terbaru siapa tahu ada Audisi Indonesia Digital Icon 2.
Hehe. Mari kita besarkan nama Uzone supaya menjadi produk online kebanggan di
negeri kita.
Jangan lupa tonton konser nya ya!
Maju Musik Indonesia!



No comments:
Post a Comment