Tema :
Praktik Pelayanan Kesehatan di Indonesia
Banyak sekali orang
yang mementingkan kekayaan, mendewakannya, dan melupakan kesehatan. Bekerja
siang dan malam, memeras pikiran, tenaga, dan berakhir di rumah sakit. Tapi
bukanlah rasa cemas akan biaya yang meliputi orang itu, karena dengan kerja
kerasnya orang itu dapat memperoleh kemapanan finansial. Dan kemapanan itu akan
membawanya kepada akses kesehatan yang baik..
Memang, mapan dalam
keuangan adalah kekuatan untuk mendapat perobatan yang layak. Orang berkocek
tebal mampu mendapat pelayanan kesehatan,sekalipun itu di tempat termahal.
Namun bagaimana dengan orang yang berpendapatan rendah?
Rakyat Indonesia
yang berjumlah 250 juta, sangat memerlukan akses kesehatan. Merujuk kepada
slogan tidak resmi, “ Orang miskin tak
boleh sakit” maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa tak semua orang akan
mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal. Karena tidak semua orang kaya. Orang-orang
yang berkocek tipis atau kantong kering tanpa dukungan pemerintah, tidak
dipungkiri mendapat respon lambat dalam berobat.