Adsense

Monday, November 4, 2013

Generasi Muda Kuatkan Identitasmu! Oleh: Andre Zalukhu

Generasi Muda Kuatkan Identitasmu!
Identitas adalah sesuatu yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Sejak kecil identitas sudah melekat dalam diri seorang pribadi. Seorang bayi diidentitaskan sebagai manusia mula-mula yang sangat lemah. Yang tak dapat melakukan apa-apa sendiri. Ketika umur sudah mencapai lima tahun, sang anak sudah dapat disekolahkan di Taman Kanak-kanak (TK). Bahkan ada beberapa anak yang sekolah lebih cepat. Di umur-umur balita itu, anak-anak dihadapkan pada pengenalan akan keluarga, dan bagaimana berbicara yang baik. Terkesan aktif, anak di usia balita juga sangat mudah meniru apa yang didengar dan dilihatnya. Sehingga usia lima tahun ke bawah itu disebut sebagai masa-masa emas. Karena karakter awal anak tumbuh, dari usia tersebut. Belum lagi ketika sang anak memasuki usia 6 tahun. Saat itu, umumnya  anak sudah mampu berbicara dengan baik. Di jenjang SD, biasanya sang anak diidentitaskan masih lugu. Dan merupakan tahap perkembangan lebih lanjut dalam pengenalan-pengenalan lingkungan sosial masyarakat. Hingga sang anak masuk ke jenjang pendidikan SMP hingga SMA. Masa tersebut, dijuluki sebagai masa transisi. Antara karakter kekanak-kanakan menuju dewasa. Biasa disebut juga masa labil.
Di usia emas ini, mereka disebut juga generasi muda. Generasi yang kebanyakan orang menyebutnya sebagai masa yang menyebalkan, adalah masa-masa yang membingungkan, selalu diharapkan melakukan ini dan itu, selalu diperintah melakukan ini dan itu, dituntut supaya menjadi ini dan itu.Namun juga di sanalah pelajaran-pelajaran kehidupan dapat dikutip. Melewati pencarian jati diri, mernemukan teman-teman baru, serta memiliki adrenalin yang tinggi, adalah hal-hal yang paling menyenangkan di masa-masa muda. Sehingga banyak sekali spekulasi tentang bagaimana dan apa sikap yang harus dilakoni dalam memenuhi masa-masa muda yang sebentar itu. Apa memang masa muda harus dihabiskan dengan bermain-main dan mengumpulkan pengalaman? Toh, kita ini masih muda, bukan? Banyak kegiatan yang harus dilakukan? Banyak yang mau dicoba? Kalau masa depan kan masih panjang, ngapain, repot-repot ? Sebagai generasi muda, identitas itu adalah hal yang wajib untuk dipahami.
   Namun, dewasa ini begitu banyak identitas yang melekat dalam diri seorang manusia muda. Sehingga terkadang generasi muda, seakan dibutakan dengan fase yang sedang dialaminya sekarang. Begitu banyak identitas. Begitu banyak cap. Begitu banyak penggambaran. Sehingga terkadang kita tidak tahu, apa yang harus dilakukan di masa muda ini. Muda. Sebelumnya, apa itu generasi muda? Generasi muda adalah generasi yang dalam seangkatannya adalah pribadi-pribadi yang memiliki usia muda. Lalu berapa usia yang masuk dalam jajaran generasi muda? Sumber-sumber yang terkait, memberikan pendapat yang berbeda-beda.Tidak semua refrensi sama dan memberikan pernyataan yang serupa. Contohnya saja Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPA) menyatakan bahwa generasi muda adalah mereka-,mereka yang berusia 15-29 tahun. Di kutip dari buku “Pendidikan Politik bagi Generasi Muda dan Keputusan Badan Koordinasi Penyelenggaraan Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda No.01/BK Tahun 1982 tentang Petunjuk Pelaksaan Pendidikan Politik Bagi Generasi Muda” dapat diambil refrensi bahwa menurut Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bahwa usia muda berada dalam jenjang 13-35 tahun. Rentang umur itu sama seperti yang ditetapkan juga oleh Komisi Kepemudaan KWI. Sedangkan PBB memberlakukan paham, bahwa usia muda berada dalam jenjang 11-25 tahun.
   Nah, berapa pun umur yang ditetapkan sebagai bagian dari generasi muda, tidaklah penting. Karena yang paling vital adalah bagaimana semangat muda yang kita miliki tersebut dapat kita salurkan ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang positif. Karena generasi muda adalah pihak yang paling diunggulkan dalam pembangunan nasional. Citra generasi muda Indonesia selama ini sudah cukup baik. Dengan prestasi-prestasi yang cukup membangkan negeri ibu pertiwi ini. Pemenang olimpyade, penyanyi muda yang sudah go international, pemiliki situs internet yang sangat mapan, para atlet yang punya potensi di ajang dunia bergengsi, penulis yang karyanya sudah best seller di luar negeri, dan segudang prestasi lainnya. Namun tidak menutup pada hal-hal berbau negative, masih ada beberapa kabar yang tidak sedap yang menyandera kepercayaan masyarakat terhadap generasi muda. Seperti kasus narkoba. Jumlah pemakai narkoba di Indonesia didominasi oleh generasi muda. Sebanyak 3,8 juta di tahun 2012 anak-anak bangsa mengkonsumsi narkoba, dan meningkat 4,7 juta anak muda sudah mengkonsumsi Narkoba di tahun 2013 , namun data dari Kemenpora ini belum lah dapat dipercaya. Bila dibandingkan data dari PBB , yang menyatakan bahwa pecandu narkoba di Indonesia ada sekitar 47 juta jiwa. Ini tentu angka yang mencengangkan bila benar adanya. Namun data mana pun yang menuju kepastian, angka menunjukkan bahwa pencandu narkoba di Indonesia, memberikan indikasi peningkatan tiap tahunnya. Juga jumlah anak bangsa yang mengidap HIV/Aids mencapai kuang lebih 200.000 jiwa. Tentunya ini mencemari citra generasi muda, baik di dalam masyarakatnya maupun luar negeri. Belum sampai disitu saja, tawuran antar pelajar, kasus geng motor, pencurian, serta tindakan kriminalitas yang diprakrsai oleh anak muda semakin hari semakin banyak.
   Tentunya hal ini harus segera ditanggulangi. Jangan sampai generasi muda menjadi generasi yang dicap buruk di mata masyarakat. Identitas generasi muda sebagai generasi yang cinta tanah air dan setia membela negara harus ditekankan dalam diri setiap insan muda sejak sekarang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuktikan diri cinta pada negeri, yakni:
1.    Berprestasi
   Sebagai generasi muda, prestasi adalah salah satu bagian dari kehidupan yang umumnya sangat ingin diraih. Baik itu prestasi dalam cakupan sempit seperti sekolah, maupun sampai internasional. Bila setiap generasi muda berpacu untuk meriah prestasi, penulis yakini grafik pembangunan nasional pasti mampu meningkat, walaupun perlahan. Karena daya saing menentukan nilai suatu kompetisi.
2.    Berkarakter
   Prestasi tanpa karakter adalah sia-sia. Prestasi harus diiringi karakter yang baik juga. Jangan sampai ilmu yang telah diperoleh tidak diwujudkan sebagai partisipasi dalam pembangunan nasional, namun malah merusaknya. Tentunya karakter dan nilai moral adalah hal yang sangat penting dalam pembangunan nasional.
3.    Cinta Tanah Air
   Cinta tanah air berarti ikut membela negeri ini ketika sedang dilanda permasalahan. Ikut menjaga ketertiban dan keamanan negara dan menjadi warga negara yang baik. Dengan kepatuhan terhadapa hukum yang berlaku di negara, tentunya harmoni akan terwujud secara bertahap. Dan ini mendukung kemajuan bangsa. Sebagai generasi muda, seharusnya memiliki sikap cinta tanah air yang loyal.
   Dan begitu lah. Siapa lagi yang mampu membangun negeri ini dengan sepenuh hati kalau bukan dari generasi mudanya sendiri? Ayo generasi muda, kuatkan identitasmu yang berprestasi, berkarakter, dan cinta tanah air! Ayo kita bangun negeri ini!
















Daftar Pustaka :
Tempo.Co
ManadoNews.Com
Kompas.com
KomkepMakassar.Blogspot.Com




No comments:

Post a Comment